Rss Feed
  1. Barbarnya warga guangdong, china

    Minggu, 23 Oktober 2011




    BEIJING – Delapan hari setelah menjalani perawatan pasca kecelakaan tragis di jalanan ramai Kota Foshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, Yue Yue meninggal. Kemarin (21/10) dokter yang merawat bocah perempuan anak kedua pasangan Wang Chicang dan Qu Feifei itu mengabarkan berita duka tersebut kepada media.

    Sejak terlindas mobil boks dan truk pada Kamis pekan lalu (13/10), Yue kehilangan kesadaran. Sampai ajal menjemput, dia tak sempat membuka matanya kembali. Berbagai peranti canggih yang menopang tubuh rapuhnya telah gagal mempertahankan nyawanya.

    Selang beberapa jam setelah dokter menyatakan bahwa Yue mengalami mati otak klinis, gadis kecil itu mengembuskan napas terakhir.

    ”Wang Yue (nama asli Yue Yue) meninggal pada pukul 00.32 waktu setempat karena kerusakan organ sistemis,” kata Jubir Rumah Sakit Umum Komando Militer Guangzhou. Meski Wang dan Qu hanyalah pendatang yang bekerja serabutan di Kota Beijing, pihak rumah sakit mengaku sudah memberikan perawatan maksimal.

    Seluruh tindakan medis dan obat yang diberikan kepada Yue pun berkualitas. Namun, sejak Yue tiba di rumah sakit yang masuk kompleks militer tersebut, dokter yang merawatnya pesimistis dengan nasib bocah malang itu. Apalagi, dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar setelah dua kali dilindas kendaraan niaga. Secara fisik, kondisi Yue sangat memprihatinkan.

    Demikian juga dengan kondisi organ-organ vitalnya. Dalam hitungan detik, berita kematian Yue langsung menjadi topik hangat di berbagai media. Terutama di internet. Situs mikroblog Tiongkok, Weibo, pun ramai membicarakan kisah tragis Yue. Beberapa pemilik akun menumpahkan kemarahan mereka kepada pemerintah. Namun, sebagian besar pengguna mikroblog ala Twitter itu mengungkapkan perasaan duka mereka atas tewasnya bocah malang tersebut.

    ”Selamat jalan Wang Yue kecil. (Jangan khawatir) di surga tak ada mobil,” tulis salah seorang pemilik akun Weibo kemarin. Kalimat itu mengacu pada kecelakaan tragis yang akhirnya merenggut nyawa Yue. Pekan lalu bocah mungil tersebut menjadi korban tabrak lari mobil boks dan truk di jalanan ramai. Ironisnya, setelah Yue tergeletak tak berdaya, tak ada seorang pun yang mengulurkan tangan untuk menolongnya.


    Suatu Penghargaan diberikan untuk seorang perempuan yang menyelamatkan nyawa balita korban tabrak lari di China.

    Chen Xianmei, sang penyelamat, menolong tubuh Wang Yue (2) yang tergeletak di tengah jalan sebuah pasar dengan tubuh penuh luka dan berlumur darah. Di antara sekian banyak orang, hanya Xianmei yang punya otak untuk menolong si bocah Wang Yue (2).

    Yue menderita cedera serius di kepala dan perutnya akibat terlindas mobil box yang menabraknya dan kabur.Yue, anak seorang pedagang yang berjualan tak jauh dari lokasi kecelakaan, tertabrak di pasar grosir di selatan provinsi Guangdong. Kejadian yang mengagetkan dunia dan masyarakat China ini terekam oleh kamera CCTV pengawas.

    Dalam rekaman video yang ditampilkan di berbagai media massa televisi dan internet ini memperlihatkan gadis kecil Yue yang berjalan di tengah jalan yang saat itu sedang sepi.

    Tiba-tiba dari arah depan, datang mobil box yang melaju dengan kecepatan pelan, tetapi menghantam tubuh Yue yang rapuh. Sekalipun sempat berhenti, pengemudi mobil box malah melajukan mobilnya hingga membuat tubuh Yue terlibas ban belakang (Astagfirullah alladzim).

    Setelah tergeletak tak sadarkan diri, rekaman memperlihatkan satu demi satu orang melewati tubuh Yue begitu saja tanpa pertolongan apa pun. Para pedagang yang tokonya berada di sepanjang jalan pun tidak ada yang terlihat panik. Hingga 18 pejalan kaki yang terekam dalam kamera, tak satu pun yang menolong Yue hingga akhirnya Xianmei mendadak menghampiri dan mengangkat tubuh Yue.

    Pihak rumah sakit mengatakan Yue menjalani operasi darurat setelah berada dalam penangan dokter. "Aku hanya bisa bilang dua hal: Pertama, kondisi Yue sudah mulai memburuk sejak tadi malam. Dan kedua, kami melakukan segala yang kami miliki untuk menyelamatkannya," kata Direktur Unit Perawatan Intensif RS Militer Guangzhou, Su Lei.

    Harapan hidup Yue tampak sangat kecil. Keterangan dari kepala rumah sakit bedah saraf menyatakan, walau selamat dari sebagian besar luka fisiknya, tetapi cedera dalam membuat Yue akan tetap dalam keadaan koma, atau hidup bagai mati.

    Orang tua Yue, yang hanya disebut sebagi Tuan dan Nyonya Qu, menolak untuk menyalahkan 18 orang yang mengabaikan putrinya yang terluka. "Aku tidak akan menghakimi mereka. Biarkan mereka menilai dirinya sendiri," kata ibu Yue.

    "Jika mereka sudah menikah dan memiliki anak, mereka akan tahu apakah aku mendendam atau tidak. Tetapi aku tidak kecewa dengan kondisi masyarakat. Banyak orang baik yang datang membantu."

    Apa yang ada di benak 18 orang pejalan kaki dan pengendara mobil di pasar grosir tersebut? Apa mereka tidak punya otak atau apa? :(

    referensi : youtube.com
    lihat video : http://www.youtube.com/watch?v=3sHZXU7jGCA&feature=related&noredirect=1

  2. 0 komentar:

    Posting Komentar